Korban Lion Air JT 610 yang Tak di Daftar Manifest Bisa Mendapat Santunan

PT Jasa Raharja memastikan bahwa ahli waris atau pun keluarga korbanjatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang tak tercatat dalam manifest penerbangantetap bisa mendapat santunan. Akan tetapi, Humas Sekretariat Perusahaan JasaRaharja yaitu Sugeng Prastowo, mengatakan bahwa untuk mendapatkan santunannyaitu ahli waris mesti mendapatkan keputusan yang sifatnya legal. Keputusan itumembuktikan bahwa korban memang berada di pesawat nahas itu.

Bisa Dapat Santunan untuk Ahli Waris

Untuk diketahui dulu, seorang penumpang tak terdaftar dalam manifest penerbangan Lion Air yang jatuh pada hari Senin (29/10) di perairan Karawang, Jawa Barat. Korban itu bernama Arif Yustian. Ia adalah karyawan PT Sky Pasific Indonesia. orang tua dari korban itu menyebutkan bahwa anaknya ada di dalam pesawat malang itu bersama dengan 189 korban yang lainnya. akan tetapi  nama anaknya tak ditemukan di daftar penumpang.

“Untuk kepastian penyerahan santunan mesti berdasarkan keputusan pengadilan yang mana menyatakan bahwa korban adalah salah satu penumpang Lion Air JT 610 walaupun korban
Dewa Poker tak tercantum dalam manifest,” kata Sugeng dikutip dari CNN Indonesia hari Selasa (6/11) kemarin.

Sugeng juga menuturkan bahwa keluarga bisa memproses status penumpang korban pada pihak yang berwajib. Kemudian, keputusan hukum itu jadi dasar pemberian santunan dari Jasa Raharja.

Perusahaan asuransi milik pemerintah itu memberikan santunan untuk korban yang meninggal dunia sebesar Rp. 50 juta per orang. “Bisa dari keluarga korban yang mengajukan permohonan kejelasan status korban pada pengadilan atau pun instansi yang berwenang lainnya,” ungkap Sugeng lagi.

Togar Pasaribu, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengatakan bahwa kewajiban Jasa Raharja memberi santunan diatur di dalam PMK No. 15/2017 soal Besar Santunan & Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan. Dalam beleidnya disebutkan bahwa ahli waris dari penumpang yang meninggal berhak untuk mendapat santunan sebesar Rp. 50 juta.

Akan tetapi, santunan itu harus berdasarkan kepastian hukum. “Supaya Jasa Raharja tak dituntut orang lain di kemudian hari, maka ya butuh kepastian hukum dari pihak pengadilan,” imbuhnya.

Asuransi dari Pihak Lainnya

Selain Jasa Raharja, ada juga PT Asuransi Tugu Pratama Indonesai Tbk (Tugu Insurance) yang juga memastikan akan menyantuni seluruh korban pesawat Lion Air JT 610 itu. Tugu Insurance adalah perusahaan asuransi yang mana menjamin Lion Air Group.

Tugu Insurance sendiri juga mengacu pada peraturan Menteri Perhubungan No. 77 Tahun 2011 soal Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara Pasal 3 (a). dalam beleidnya disampaikan bahwa penumpang yang meninggal di dalam kecelakaan pesawat udaram karena kecelakaan pesawat atau kejadian yang semata-mata memiliki hubungan dengan pengangkutan udara akan diberikan ganti rugi sebesar Rp. 1,25 miliar untuk satu penumpangnya.

Dilansir dari CNN Indonesia, sudah berkali-kali pihak CNN menghubungi Rudi Donardi, Sekretaris Perusahaan untuk mengonfirmasi penyaluran santunan untuk korban yang namanya tidak ada di daftar manifest, tapi sampai berita ini diturunkan bahkan tidak ada jawaban.

PT Taspen (Persero) pun akan siap memberikan santunan juga atas kecelakaan kerja dan juga jaminan kematian sebesar Rp. 6,12 miliar namun untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) saja yang juga menjadi korban pesawat nahas Lion Air JT 610 dengan rute penerbangan Jakarta-Pangkal Pinang tersebut. kalau ada lampiran Surat Perjalanan Dina (SPD), menurut Dirut Taspen, santunan masih bisa bertambah.