West Ham Pesimis Lawan Liverpool

Manajer West Ham United, David Moyes, menatap laga lanjutan dari ajang Liga Inggris, Rabu (29/1) di mana West Ham melawan Liverpool dengan sangat pesimistis. Moyes sendiri menilai bahwa Liverpool yang mana saat ini memimpin klasemen Liga Inggris, adalah tim yang sangat kuat dan tak memiliki banyak cela.

West Ham Pesimis Lawan Liverpool

“Tidak ada yang bisa mengalahkan Liverpool untuk saat ini. Jadi, itu adalah sesuatu yang harus kami lakukan. Kami akan berusaha, tapi kami tahu kualitas mereka,” ungkap Moyes dilansir dari CNN Indonesia.

“Saya pikir, saya tidak bisa menyebut banyak kelemahan bandar togel online di Liverpool pada anda karena itu akan membuat mereka sadar mengenai apa yang saya pikirkan. Namun memang ada sedikit kelemahan di tim yang meraih gelar Liga Champions dan juga Piala Dunia Antarklub,” imbuhnya.

Moyes sendiri berharap bahwa anak asuhnya diberkahi dengan keberuntungan guna meraih poin melawan Liverpool dalam laga kandang yang berlangsung di Stadion London hari Rabu (29/1) waktu setempat. “Sebagai manajer, saya tak pernah berharap tidak menang,” katanya lagi.

“Saya selalu katakana pada anda (pemain) untuk menang. Mungkin lebih sering, anda tak selalu menang, namun itu lah semangat yang ingin saya bawa dalam pertandingan ini. Saya berharap para pemain bermain dan juga menunjukkan keinginan menang. Entah lewat gol tendangan bebas, atau gol yang kebetulan, saya tak mempermasalahkanya. Dan itu lah etos yang selalu saya junjung, kami ingin menang,” kata Moyes.

West Ham United saat ini berada di peringkat ke-17 dan masih berusaha sangat keras menjauh dari zona degradasi. The Hammers pasalnya saat ini mengantongi 23 poin atau sama dengan klub Bournemouth yang berada satu peringkat di bawah mereka. Bersama dengan Moyes sejak hari pertama tahun 2020, West Ham pasalnya meraih satu kemenangan, satu hasil seri dan juga 2 kali kalah di ajang bergengsi Liga Inggris ini.

Dulu West Ham Jadi Mimpi Buruk Liverpool

Apa yang disampaikan oleh Moyes itu tentu saja mengejutkan dan berbanding terbalik dengan musim lalu. West Ham United pada musim lalu sempat menjadi salah satu mimpi buruk Liverpool. The Red Hammers berhasil menjegal The Reds untuk juara ajang yang sama, Liga Inggris.

Liverpool setelahnya selalu waspada dengan West Ham apabila tak ingin momen buruk pada Liga Inggris musim 2018/2019 itu terulang kembali. West Ham bakal menjamu Liverpool pekan ini, pekan ke-18 pada ajang Liga inggris di Stadion London, hari Kamis (30/1) dini hari WIB.

Pada musim lalu, yakni tepat di pekan ke-24, Liverpool sendiri unggul lima poin di atas klub Man City. Namun poin itu harus terpangkas jadi 3 setelah tim yang diasuh oleh Jurgen Klopp itu diiimbangi oleh West Ham dengan skor 1-1 di Stadion London. Sedangkan The Citizens menang dengan skor 3-1 atas Arsenal.

Hasil imbang melawan West Ham United ini ternyata jadi awal kesialan untuk Liverpool di musim ini. Dalam 13 buah pertandingan berikutnya, Liverpool malah dua kali imbang dan hanya bisa meraih 11 kemenangan saja. Sementara itu Man City malah berhasil menyapu bersih 13 buah laga dengan kemenangan.

Akhirnya Liverpool musim itu tak bisa menjadi juara Liga Inggris dan juara jatuh ke tangan Man City dengan keunggulan 1 poin di atas Liverpool.

Kekalahan Tragis Indonesia vs Vietnam U-23 Dengan Skor Tipis

Pada minggu malam kemarin tanggal 24 Maret 2019, tim Garuda Muda gagal untuk membawa pulang kemenangan dan tiket lolos babak kualifikasi grup turnamen Piala AFC u-23 2020. Pada pertandingan yang dilaksanakan di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi tersebut tim dari kesebelasan Indonesia bertanding melawan Vietnam dengan skor akhir 0 – 1. Gol menyakitkan itu sendiri tercipta pada injury time 4 menit yang diperoleh dari sepakan keras salah satu pemain Vietnam Trieu Viet Hung dan merupakan bola hasil tendangan pojok.

Penurunan Kualitas Permainan Garuda Muda U-23

Pada pertandingan sebelumnya ternyata Timnas u-23 sudah sempat dikalahkan dengan skor 0 – 4 ketika melawan Thailand. Sehingga ini merupakan kekalahan kedua bagi tim Garuda Muda. Dari 2 pertandingan tersebut Indonesia tidak meraih poin sama sekali karena selalu mendapatkan kekalahan. Hal tersebut tentunya membuat Timnas u-23 tidak dapat bermain di Piala AFC 2020 yang dilaksanakan di Thailand nanti. ini karena Vietnam dan Thailand yang memang sudah memiliki 6 poin dari 2 pertandingan terakhir.

Jika kembali ke piala AFF u-22 2019 yang dilaksanakan di Kamboja pada akhir Februari lalu, kesebelasan Garuda Muda yang dipimpin oleh marinus wanewar dapat memenangkan kejuaraan tersebut. Tentunya hasil kualifikasi grup Piala AFC tahun ini di luar dugaan bagi kesebelasan dan juga masyarakat Indonesia. Padahal saat Piala AFF yang dilaksanakan Februari kemarin, Timnas u-22 berhasil mengalahkan dua kesebelasan raksasa Asia Tenggara tersebut. Banyak orang yang menilai bahwa kualitas permainan togel hongkong terpercaya anak-anak dari Indra Sjafri tersebut semakin menurun, padahal baru beserta berselang sekitar sebulan

Di luar itu jika melihat perkembangan dari kesebelasan Vietnam, ternyata mereka sudah banyak memiliki peningkatan kualitas permainan.sehingga jika Timnas Indonesia tidak menggunakan kualitas dan strategi yang sama tentunya tidak dapat untuk memenangkan pertandingan.

Sebab Kekalahan Timnas Garuda U-23

Salah satu sebab kegagalan timnas garuda muda u-23 adalah disebabkan oleh aliran bola yang tidak lancar pada saat pertandingan di stadion yang terletak di Vietnam tersebut. Sejak menit pertama, setiap kali kesebelasan Garuda Muda mulai membangun serangan selalu saja usaha tersebut tidak menghasilkan sebuah serangan yang berbahaya bagi pertahanan Vietnam. Mulai dari bola pendek hingga permainan dengan bola panjang selalu saja tidak berjalan sesuai ekspektasi karena dapat dihalau oleh pemain Vietnam.

Dari barisan tengah pun ternyata tidak bervariasi seperti biasanya. Lini tengah yang diisi oleh Luthfi Kamal, Sani Rizki dan Egy Maulana Vikri tidak dapat memberikan asupan serangan ke barisan depan dengan lancar. Tak heran jika Lini depan Garuda Muda kesulitan untuk membangun sebuah serangan yang berarti dan membahayakan bagi gawang Vietnam

Selain itu aksi egois seri masing-masing pemain ternyata justru membuahkan hasil yang tidak diinginkan. Salah satunya pada saat Witan digantikan oleh Saddil Ramdani yang memasuki lapangan pada menit ke-57. Pemain yang berprofesi sebagai lini sayap tersebut lebih memilih untuk menggiring bola sendiri dan juga melewati pemain Vietnam daripada harus mengoper pada rekan-rekannya.

Hal tersebut tentunya membuat kesebelasan merah putih lainnya tidak dapat menghasilkan peluang lebih banyak lagi untuk mencetak gol ke gawang pemain Vietnam. Ini juga dibuktikan dengan sedikitnya jumlah tembakan yang dihasilkan oleh Timnas Garuda, yaitu hanya sebanyak 7 kali dan hanya 3 diantaranya yang on shoot. Ternyata permainan ini juga dirasakan Marinus Wanewar yang berperan sebagai striker tunggal, ia merasa kebingungan dengan cara bermain rekan-rekannya tersebut karena sangat berbeda dari sebelumnya