Pemerintah Denmark Pertimbangkan Undur Piala Thomas ke Tahun 2021

Nampaknya putaran final Piala Thomas dan juga Uber 2020 yang mana pada awalnya dijadwalkan akan diadakan di Aarhus, Denmark pada bulan Oktober mendatang akan ditunda untuk yang ketiga kalinya atau bakal dijadwalkan ke tahun depan tepatnya bulan Januari atau Februari 2021.

1. Piala Thomas dan Uber Akan diundur ke Januari atau Februari 2021

Menurut laporan yang dilansir dari CNN Indonesia federasi badminton dunia atau BMW dengan serius sekarang ini mempertimbangkan untuk menunda kejuaraan beregu terpopuler dan paling bergengsi di dunia tersebut apabila situasi belum membaik. Seperti diketahui bahwa Piala Thomas dan Uber pada mulanya diadakan pada tanggal 16 sampai dengan 24 Mei dan akhirnya ditunda sampai tanggal 15 sampai 23 Agustus karena mewabahnya virus Corona di seluruh dunia. Karena pemerintah dan Maret sampai saat ini melarang pertemuan besar di negaranya bahkan sampai akhir Agustus maka kejuaraan tersebut dipindahkan kembali ke 3 sampai 11 Oktober 2020. Sampai saat ini penggemar sudah dikejutkan dengan 3 kali penundaan.

Menurut laporan syair togel yang dilansir dari ligaolahraga pemerintah bebas bermaksud untuk memperpanjang larangan tersebut sampai akhir bulan Oktober ini. dan masing-masing tim haruslah tiba lebih awal karena mereka harus menjalani 14 Hari masa karantina setelah masuk Denmark. Ditambah lagi dengan peraturan imigrasi negara yang warna mengarah ke Apakah permainan masih bisa diadakan atau tidak yang belum diketahui.

Apabila Piala Thomas dan Uber di Kendal lagi sampai dengan awal tahun depan Maka akan ada piala Sudirman, Kejuaraan Dunia dan Olimpiade Tokyo di tahun 2021 mendatang. Dan pada saat yang sama perbandingan poin kualifikasi Olimpiade Tokyo bakal dimulai pada bulan Januari dan pemain-pemainnya bakal menghadapi ujian permainan yang sulit dan amat sangat intensif.

Kejuaraan dunia junior yang mana pertamanya bakal diadakan pada bulan September tahun ini tepatnya di Auckland,Selandia Baru, pun diputuskan untuk ditunda pada tanggal 11 sampai dengan 24 Januari tahun 2021. 

2. Denmark Masih Berharap Musim Lanjut, Khususnya Piala Thomas

Pada akhir bulan Mei yang lalu sempat dikabarkan bahwa pelatih kepala tim nasional Denmark yakni Kenneth Jonassen berbicara soal keterampilan dalam pelatihan dan pentingnya mengadakan kejuaraan Piala Thomas di kandang serta dampaknya pada bulutangkis Denmark. banyak sekali negara yang sekarang menggunakan teknologi jarak jauh untuk pelatihan tertutup.

Jonassen melihat perkembangan pelatihan dalam situasi seperti ini nampaknya tidak bisa langsung dibiasakan di Denmark. “Pemantauan jarak jauh adalah kuncinya namun di Denmark kami tidak terbiasa. Ini akan digunakan lebih sering, namun secara keseluruhan, Saya tidak berpikir pemantauan adalah solusi akhir,”  ungkapnya.

“Saya akan sering mengubah posisi untuk membantu teman yang mengalami kesulitan dalam berpikir dan juga bertindak guna memastikan bahwa mereka tahu bahwa pelatih selalu bersama dengan mereka apapun yang terjadi. Namun secara umum, Sebenarnya saya lebih suka melihat inisiatif yang dipantau berasal dari pemain sendiri, bukan dari sistem,” katanya lagi.

“Masih sangat sulit untuk memantau pekerjaan semua pemain karena kami harus lebih spesifik karena kami tak tahu dampak dari penguncian bulu tangkis pada atlet. Sejauh ini, ini kami cuma bisa mengukur beberapa indeks tubuh Namun kami tak tahu dampaknya pada lutut, bahu dan tendon Achilles.”

Ia sendiri berharap bahwa musim ini akan terus berlanjut karena semua orang di Denmark sangat menantikan Piala Thomas di kandang dan ini merupakan acara besar.

Nasib Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta ada di Tangan DPP PKS

Perihal siapa kah pihak yang bakal mengisi kursi wagub DKI Jakarta yangmenggantikan Sandiaga Uno akhirnya menemui titik terang. Gerindra dan PKSselaku partai yang mengusung Anies Baswedan dan Sandiaga Uno pada pemilihangubernur dan wakil gubernur
togel sgp sudah menyepakati siapa yang akan menjadi wagub DKIJakarta di awal pekan ini.

Kesepakatan yang dimaksud adalah kursi wagub DKI Jakarta yang akan menjadi milik PKS. Hal tersebut adalah mufakat bersama setelah kedua belah pihak mengadakan pertemuan di kantor DPP Gerindra pada hari Senin (5/11).

Kursi DKI-2 Milik PKS

Nantinya, PKS dan Gerindra akan membentuk suatu badan yang mana bertugas menyeleksi kader PKS yang mana berniat menjadi sosok pengganti Sandiaga Uno. Badan itu akan menghasilkan dua orang nama untuk disetorkan ke Gubernur DKI Jakarta, kemudian dibawa ke Sidang Paripurna DPRD DKI Jakarta untuk disahkan jadi pengisi kursi Wagub DKI.

Informasi yang sudah beredar sejauh ini adalah ada 2 buah nama yang disinyalir paling berpotensi menduduki kursi DKI-2 Jakarta. Mereka adalah mantan Wakil Wali Kota Bekasi, Achmad Syaikhu dan Sekretaris Umum DPW PKS Jakarta, Agung Yulianto.

Kedua nama tersebut pertama kali mencuat ke public karena dikatakan oleh Presiden PKS, Sohibul Iman pada bulan September lalu. Saat itu, Sohibul yang tengah berada di rumah Ketum Gerindra, Prabowo Subianto, berkata bahwa DPP PKS mengusulkan 2 nama pada Gerindra.

Sulitnya Muncul Nama Baru

Ketua DPW PKS DKI Jakarta yakni Syakir Purnomo mengatakan bahwa Gerindra dan juga partainya sudah menjalin sebuah kesepakatan baru yaitu soal pembentukan badan untuk bisa menyeleksi wagub DKI. Seleksinya dilakukan untuk mencari nama yang terbaik untuk bisa disodorkan ke Gubernur DKI, kemudian dibawa ke Sidang Paripurna DPRD. Ia juga mengatakan partainya masih membuka sebuah kemungkinan untuk kader PKS selain Achmad Syaikhu dan Agung Yulianto untuk mengikuti seleksi.

“Apakah kemudian akan ditambahkan lagi, misalnya dimasukkan ke dalam fit dan proper test itu masih ada kemungkinannya. Kita membuka peluang itu, siapa saja namanya ya nanti kita coba akan konsultasikan juga, kita juga mendengar masukan dari teman-teman kader juga,” ungkapnya lebih lanjut pada Senin (5/11).

Meski demikian, Syakir memberi sinyal tak akan ada nama baru selain Achmad dan Agung untuk disodorkan menjadi pengisi kekosongan kursi DKI-2. “Tradisi kita, kader itu tak inisiatif daftar sendiri. jadi kita tak minta jabatan. Namun begitu diberikan amanat, diberi jabatan untuk berkhidmat pada masyarakat, maka kita akan total. Kita akan all out. Menuntaskan tugas negara,” ungkap Syakir, dilansir dari CNN Indonesia.

Pengajuan nama Agung dan Achmad Syaikhu ini, ungkap Syakir, keduanya pun malah juga tak memintanya. Ia menjelaskan bahwa 2 nama tersebut muncul sebagai hasil dari musyawarah di tingkat DPP. Oleh sebab itu lah, jika ada nama lainnya yang menginginkan ikut seleksi wagub DKI Jakarta lewat badan yang dibentuk oleh PKS dan Gerindra, mereka mesti mendapatkan restu dari DPP PKS lebih dulu.

“Kami sih berharapnya karena dua nama ini merupakan hasil syuro, hasil musyawarah, hasil keputusan DPP yang mana inshaallah di dalamnya adalah orang-orang yang kredibel dan telah mempertimbangkan berbagai macam aspek, ya ada dua nama ini. apabila nantinya ada nama tambahan, itu adalah kewenangan dari tingkat pusat,” tutup Syakir saat ditanyai lagi.