Pendaftaran Haji Usia Dini Bakal Dibahas Di Munas MUI

Majelis Ulama Indonesia atau MUI bakal menggodok lagi rekomendasi fatwa yang berkaitan dengan umrah dan juga Haji dalam Munas X yang rencananya bakal digelar pada tanggal 25 sampai dengan 27 November 2020 tepatnya di Jakarta. Dan Salah satu agenda yang berkaitan dengan itu adalah pembahasan fatwa pendaftaran haji untuk usia dini.

Munas MUI  Bakal Bahas Pendaftaran Haji Usia Dini

Untuk urusan ini wakil ketua umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi  yang dilansir dari CNN Indonesia pada hari Selasa (24/11), mengatakan bahwa Munas bakal membahas rekomendasi dan juga fatwa antara lainnya pendaftaran haji di usia dini.

Undang-undang nomor 8 tahun 2019 soal penyelenggaraan Haji dan umrah menyebutkan bahwasanya batasan usia calon jemaah haji minimal adalah 18 tahun. Tapi Menteri Agama Fakhrul Razi sempat berkata bahwa dirinya bakal meninjau lagi batas minimal untuk bisa mendaftarkan haji di usia dini. Keterangan itu disampaikannya beberapa hari yang lalu.

Antrian menunggu haji di Indonesia bisa dikatakan cukup lama. Seperti misalnya Provinsi Sulawesi Selatan mempunyai durasi antrian yang paling lama yaitu 39 tahun. Sedangkan waktu antrian yang paling pendek berkisar dari 11 tahun yaitu di Gorontalo, Maluku dan Sulawesi Utara.

Zainal juga mengatakan bahwa pihaknya bakal membahas rekomendasi Patwal menggunakan masker ketika berihram Haji dan juga umroh setelah merebaknya covid 19. Diketahui bahwa penggunaan masker ataupun alat pelindung wajah ketika berihram jadi pro-kontra tersendiri di tengah masyarakat akhir-akhir ini. “ Lalu ada pembahasan Papua pendaftaran haji lewat utang dan pembiayaan dan juga terkait human diploid cell pada vaksin,” katanya lebih lanjut.

Munas MUI Akan Bahas Hal-Hal Penting Lain Juga 

MUI juga mengagendakan untuk membahas fatwa kehalalan vaksin virus Corona dalam Munas tersebut. Ketua bidang pendidikan dan kaderisasi MUI, Abdullah Jaidi, berkata bahwa Papua ke halalan vaksin virus Corona ini bakal ikut dibahas juga sebagai salah satu topik utama dan juga agenda yang penting di MUI Pusat. 

“Bagaimana kita menyikapi tentang vaksin tersebut dan juga hal-hal lainnya yang menyangkut kepentingan dari arahan MUI Pusat,” ungkapnya ketika melakukan konferensi pers yang dilakukan hari Senin (23/11), dikutip dari CNN Indonesia.

Abdullah menambahkan juga berkaitan dengan fatwa tersebut tak cuma soal vaksin Corona saja yang bakal dibahas tapi juga MUI bakal mengeluarkan draf-draf fatwa yang asalnya dari Komisi fatwa MUI yang kemudian bakal dibahas selama Munas.

Selain memiliki agenda untuk menetapkan fatwa, menurut Zainul ada beberapa agenda penting yang lainnya yang bakal dibahas pada Munas MUI. Seperti misalnya pertanggungjawaban pengurus MUI periode 2015-2020, menetapkan perubahan pedoman dasar dan pedoman rumah tangga MUI, memilih pengurus MUI untuk masa bakti 2020-2025, dan juga menyusun garis-garis besar program kerja nasional 2020-2025 .forum Munas MUI ini juga bakal memilih Ketua Umum MUI yang bakal menggantikan Ma’ruf Amin ya sekarang ini sudah menjabat sebagai wakil presiden Republik Indonesia.

Zainut sendiri berkata bahwa beberapa pengurus daerah prediksi togel mengharapkan bahwa Ketua MUI ini dijabat oleh seorang ulama yang mempunyai beberapa kriteria seperti misalnya bisa menjaga harga dirinya, mempunyai kedalaman ilmu agama, dan juga mempunyai kemampuan untuk menggerakkan sampai dengan tertib dalam memimpin sebuah organisasi. “Aspiratif dan diterima oleh semua kalangan serta bisa bekerja sama dengan semua pihak,” katanya.