MU diharapkan Tak Blunder Beli Kane

Rumor transfernya Harry Kane menjadi topic yang sangat hangat menjadi perbincangan sepanjang akhir pekan kemarin. Dan jika anda memantau berita di media online, jelas sekali kepanasan itu. Tottenham Hotspur yang menjadi pemilik Kane disebut-sebut siap untuk melepas bomber andalan mereka ini ke klub yang lainnya.

Kane akan dilepas Tottenham untuk MU?

Pemilik Tottenham yakni Daniel Levy, memiliki rencana untuk melepas sang pemain ke klub Manchester United (MU) dengan harga yang kabarnya sangat fantastis. Harga yang disebut-sebut akan diberikan MU pada Tottenham adalah Rp. 200 juta Poundstrelling atau setara dengan Rp. 3,9 Triliun. Nilai transfer itu pasalnya bisa menobatkan Kane sebagai pemain termahal di dunia.

Levy juga pasalnya berniat melepaskan Kane kerena klub London Utara tersebut dikabarkan memiliki kesulitan keuangan karena efek dari pandemic corona. The Lilywhites pun masih memiliki hutang pembangunan stadion barunya yang mencapai 637 Poundstreling atau setara dengan Rp. 12,5 Triliun. Rencana Levy untuk melepas Kane itu tentu saja menjadi sebuah kabar yang baik bagi MU. The Red Devils sudah sejak lama sekali dikabarkan tertarik untuk mengadopsi Kane karena insting gol tinggi yang dimiliki pemain tersebut.

Akan tetapi, yang menjadi pertanyaan adalah: Apakah Kane layak dibeli dengan harga Rp. 3,9 Triliun? Pertanyaan lainnya adalah apakah MU perlu menghabiskan dana belanja toto togel online sebesar itu Cuma untuk mmebeli satu orang pemain saja? Karena jumlah itu tergolong besar bagi satu pemain.

Benarkah Keputusan MU Untuk Beli Kane dengan Harga Mahal?

Dari segi kemampuan, memang taka da satu pun yang rasanya berani meragukan kemampuan Kane. Pemain 26 tahun tersebut adalah salah satu yang terbaik urusan membobol gawang lawannya. Kedua kaki dan juga kepala Kane sama-sama tajamnya. Kane tak hanya buas di area kotak penalti saja, namun ia juga memiliki tendangan jarak jauh yang sangat mematikan.

Torehan gol Kane sejak musim 2013/2014 juga terbilang sangat mengagumkan. Penyerang timnas Inggris tersebut selalu mencetak gol dengan cemerlang. Dan minimal gol yang ditorehkannya pasti mencapai 20 tiap musimnya. Bahkan di musim 2017/2018, Kane membuat catatan yang fantastis dengan mampu mengemas 41 gol di semua kompetisi. Kane menunjukkan dirinya bisa sangat konsisten sebagai mesin gol timnya, dan ini lah sesuatu yang tak dimiliki oleh pemain depan MU sekarang ini.

Marcus Rashford dan Anthony Martial memiliki skill di atas rata-rata, memang. Namun sayangnya, mereka belum konsisten. Dua pemain yang mana diandalkan selama ini oleh Ole Gunnar Solskjaer itu bahkan sampai sekarang belum sampai ke level dua penyerang terbaik yang pernah mengenakan seragam MU yaitu Ruud van Nistelrooy dan Wayne Rooney.

Rasanya membiarkan MU menghambur-hamburkan uang sebesar Rp. 3,9 Triliun untuk menutupi kekurangan pada lini depannya dengan membeli Kane ini bukan lah langkah yang dibenarkan. Dana belanja sebanyak itu bakal lebih berguna dipakai untuk menambal lubang beberapa posisi supaya MU dapat kembali lagi bersaing di jalur juara Premier League. Permasalahan lainnya yang patut mendapatkan sorotan adalah banderol yang dipatok oleh Tottenham ini terlalu mahal. Kane tak diragukan lagi striker yang tajam, namun kualitasnya bahkan belum bisa sebaik Van Nistelrooy.

Kane juga bukan lah pemain dengan skil komplet layaknya Neymar. Neymar saja bisa diboyong Paris Saint-Germain dengan 198 Juta Poundsterling tahun 2017 lalu.